Jogja Hip Hop Foundation
Show di New York
Jogja Hip Hop Foundation (JHF) dengan bangga mengabarkan bahwa crew yang dikenal sebagai Java Hip Hop ini akan show di New York, sebuah kota yang sangat spesial dalam sejarah lahirnya musik rap dan kultur hip-hop. Show kali ini diundang oleh Asia Society, sebuah institusi art and culture exchange yang sangat prestisius. Pertunjukkan akan berlangsung tanggal 14 Mei 2011, di Asia Society Center, 725 Park Avenue, NY. Selain show, JHF juga akan memutar film dokumenter mereka; Hiphopdiningrat, dan public lecture. Show kali ini adalah proyek yang tertunda. Awalnya direncanakan pada Desember 2010, kemudian Januari 2011, tapi karena ada banyak kendala teknis, kemudian mundur hingga bulan Mei.
Pada show di NYC kali ini, JHF mengkonfirmasi bahwa salah satu crew mereka, Lukman Hakim a.k.a Radjapati dipastikan tidak bisa berangkat karena tidak mendapatkan visa. JHF akan ditemani Soimah Pancawati sebagai Sinden dan DJ Vanda. JHF sangat percaya diri menggunakan lirik rap berbahasa Jawa dengan musik hip hop yang dicampur dengan rhythm tradisional Jawa, setelah hampir satu dasawarsa beridiri, pilihan itu kini memberi berkah buat mereka dengan banyaknya undangan untuk pentas di luar negeri, apa yang mereka kerjakan dianggap sebagai ekspresi cross culture yang brilian.
“Kita tidak pernah punya tendensi kontemporer, Java Hip Hop adalah kejujuran, selamanya akan seperti itu. Tapi jika apa yang kita kerjakan dianggap seni, itu hak mereka”, demikian Marzuki Mohammad a.k.a Kill the DJ, founder dan produser JHF menanggapi.
Setiap pilihan punya resiko dan jalannya sendiri-sendiri, dengan konsistensi dan kualitas, JHF semakin membuktikan bahwa tidak perlu berkecil hati untuk berpijak pada akar tradisi dan lingkungan sekitar. Mungkin pilihan itu membuat mereka susah masuk industry musik di tanah air, tapi JHF tidak pernah menyerah dengan hal itu.
“Kaki kami masih berpijak pada bumi yang membesarkan kami, namun kepala bisa mengembara kemana pun kita mau. Semoga kami selalu dikaruniai rasa cinta dan kesederhanaan terhadap apa yang kami kerjakan”, Kill the DJ menegaskan bagaimana semuanya berjalan sangat natural.
Siapa bilang hip hop dengan bahasa Jawa tidak laku? Lima laki-laki asal Yogyakarta yang tergabung Jogja Hip Hop Foundation (JHF) mematahkan penilaian tersebut. Diam-diam grup hip hop yang didirikan 2003 ini telah melanglang buana ke mancanegara termasuk tahun ini diundang pentas ke Canberra dan New York, Bahkan perjalanan mereka pun dituangkan dalam film dokumenter HIPHOPDININGRAT buatan tahun 2010 yang dipertontonkan kepada wartawan dan undangan, Jumat (18/3) malam di Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, serta dilanjutkan dengan aksi hidup JHF. Sayangnya, konser kecil JHF tidak dapat diabadikan lantaran aturan larangan memotret di gedung teater Salihara ini.
Secara performance JHF tak mengecewakan lantaran nyaris sama dengan musisi hip hop dan rap luar negeri yang memakai topi dimiringkan. Sehingga tidak heran pula jika penonton yang hadir enggan beranjak dari tempat duduk. Bahkan saat mereka bernyanyi, para penonton dengan antusias bergoyang mengikuti irama termasuk Pandji Pragiwaksono dan komposer Dian HP.
Sebanyak enam lagu berlirik bahasa Jawa dibawakan Marzuki Mohammad, Anto Gantas, Lukman, Balands, dan M2MX tanpa jeda. Lagu-lagu tersebut antara lain Jula Juli Lolipop, Gangsta Gapi, Ora Cucul Ora Ngebul, Rep Kedhep, Cintamu Sepahit Topi Miring, dan Jogja Istimewa. Uniknya lagi mereka mengenakan kemeja batik guna memperlihatkan jati diri saat pentas. Hingga penonton yang ada di dalam salah satu ruangan Salihara ini seakan di-'Jawa'-kan oleh JHF
Sekelompok anak muda penggemar hip-hop otentik asal Jogja, bernama Jogja Hip Hop Foundation tidak mengikuti berbagai rapper lainnya yang memakai lagu barat untuk lyric lagunya, mereka sepakat untuk membuat lyric mereka dengan bahasa Jawa.
Band Hip Hop yang berisi, Marzuki Mohammad , Anto Gantas , Lukman , Balands , dan M2MX ini cukup banyk menerima pujian dari khalayak musik, hingga saat ini Penampilan Jogja Hip-Hop Foundation di ibukota rap dan hip-hop dunia ini guna memenuhi undangan Asia Society, sebuah LSM bergengsi yang bertujuan untuk mengedukasi dunia tentang Asia dan segala macam kebudayaannya. Asia Society ini selain di AS juga hadir di Hong Kong, Manila, Mumbai, Seoul dan Shanghai.
Jogja Hip-Hop Foundation tampil di gedung Asia Society Center yang terletak di 725 Park Avenue, New York, AS. Selain manggung mereka juga akan memutar film dokumenter yang banyak menerima pujian, Hiphopdiningrat sekaligus menggelar kuliah umum mengenai gerakan hip-hop Jawa yang mereka pelopori tersebut.
Penampilan perdana Jogja Hip-Hop Foundation di New York ini sebenarnya telah dua kali tertunda karena berbagai kendala teknis. Awalnya mereka dijadwalkan tampil Desember 2010 silam lalu diundur ke Januari 2011 dan akhirnya 14 Mei mendatang. Sayangnya, kedatangan Java Hip-Hop Foundation kali ini tidak dengan kekuatan penuh karena salah seorang anggota mereka, Lukman Hakim alias Radjapati urung berangkat karena tidak berhasil mendapatkan visa AS. Mereka sendiri nantinya akan diperkuat oleh seorang pesinden bernama Soimah Pancawati dan DJ Vanda.
Jogja Hip-Hop Foundation merupakan kelompok hip-hop yang telah terbentuk hampir satu dasawarsa yang lalu dengan bersenjatakan lirik rap berbahasa Jawa serta rhythm tradisional Jawa. Gerakan ini digagas oleh Marzuki Mohammad alias Kill The DJ yang bersama kawan-kawannya telah mengibarkan bendera hip-hop Jawa ini ke berbagai negara di dunia. "Kami tidak pernah punya tendensi kontemporer, Java Hip Hop adalah kejujuran, selamanya akan seperti itu.
Tapi jika apa yang kami kerjakan dianggap seni, itu hak mereka," jelas Kill the DJ. Dua video klip Jogja Hip-Hop Foundation yang sempat dibicarakan orang banyak dan menjadi favorit adalah, "Cicak Nguntal Boyo" yang dengan jenaka menjadi media protes sosial tentang kasus KPK versus Polri beberapa waktu lalu. Sementara video "Jogja Istimewa" menjadi single pertama dari album kompilasi berjudul sama yang kebetulan rilis hampir berbarengan dengan kontroversi monarki melawan demokrasi antara Presiden Yudhoyono dengan Sri Sultan HB X beberapa waktu lalu |